VIRANTARA.COM.MAROS — Denyut perekonomian di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kabupaten Maros terpantau stabil di tengah dinamika kebutuhan masyarakat. Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, harga sejumlah komoditas penting, khususnya cabai, masih bertahan di angka Rp85.000 per kilogram. Sementara itu, pasokan dan harga ikan laut segar di tingkat pedagang masih berada pada posisi yang relatif stabil dan terjangkau bagi masyarakat.
Di sektor perikanan tangkap, kabar baik sekaligus tantangan hadir bagi para nelayan lokal. Harga bahan bakar minyak (BBM) jenis solar subsidi saat ini masih terpantau berada di harga normal. Kendati demikian, para nelayan dan pelaku usaha perikanan di Maros menaruh harapan besar serta mendesak jajaran elit Pemerintah Kabupaten Maros beserta instansi terkait untuk memastikan distribusi solar subsidi benar-benar dikawal secara ketat, transparan, dan tepat sasaran.
Ketersediaan dan akses yang adil terhadap BBM bersubsidi merupakan urat nadi bagi nelayan tradisional untuk terus melaut tanpa terbebani lonjakan biaya operasional. Pihak berwenang dan pemangku kebijakan daerah diharapkan tidak menutup mata, melainkan aktif memperketat pengawasan di lapangan guna mencegah potensi penyelewengan.
Sejalan dengan kondisi tersebut, Tim Perisai Prabowo Kabupaten Maros turut memberikan perhatian serius terhadap kesejahteraan masyarakat pesisir. Tim Perisai Prabowo menegaskan komitmennya dalam mengawal program-program strategis serta menaruh harapan besar agar Kabupaten Maros ke depan dapat berkembang menjadi daerah yang jauh lebih baik, sejahtera, dan berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya para nelayan yang menjadi tulang punggung ekonomi bahari.
Langkah nyata dan pengawasan terpadu dari para pejabat daerah sangat dinantikan agar hak-hak rakyat kecil terjamin, sehingga roda perekonomian di Kabupaten Maros dapat bergerak lebih optimal demi terwujudnya Maros yang lebih maju dan sejahtera.
TIM




