Gencarkan Kolaborasi, DP3ADALDUKKB Maros Perkuat Sinergi Lintas Sektor Guna Cegah Stunting

Maros, Virantara. Com– Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kabupaten Maros (DP3ADALDUKKB) Kabupaten Maros terus menunjukkan komitmen nyata dalam mencetak generasi unggul melalui penguatan kolaborasi lintas sektor. Mengusung semangat “Kolaborasi & Sinergitas Cegah Stunting”, berbagai program strategis diintegrasikan guna mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Kepala DP3ADALDUKKB Kabupaten Maros, Muhammad Aris, S.Sos., M.Si, menegaskan bahwa penanganan stunting tidak bisa dilakukan secara parsial. Menurutnya, pembenahan gizi anak harus berjalan seiring dengan perlindungan sosial, penguatan ketahanan keluarga, serta edukasi berkelanjutan kepada masyarakat.

“Target kita bukan sekadar menurunkan angka prevalensi stunting, tetapi memastikan setiap anak di Kabupaten Maros memiliki hak yang sama untuk tumbuh sehat, terlindungi, dan berdaya,” ujarnya.

Dalam implementasinya, DP3ADALDUKKB Maros mengusung pendekatan holistik melalui empat pilar utama. Pertama, Stop Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak guna menciptakan lingkungan keluarga yang aman dan kondusif bagi tumbuh kembang anak. Kedua, Stop Perkawinan Anak sebagai langkah pencegahan risiko kelahiran bayi stunting akibat ketidaksiapan fisik dan mental calon ibu.

Ketiga, kampanye “Berencana Itu Keren” yang mendorong generasi muda dan pasangan usia subur merencanakan kehidupan keluarga melalui program Keluarga Berencana (KB). Keempat, edukasi Cegah Stunting Itu Penting dengan penekanan pada pemenuhan gizi selama 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Upaya ini didukung penuh oleh jajaran struktural DP3ADALDUKKB yang bergerak simultan sesuai bidang masing-masing, mulai dari pengendalian penduduk dan penyuluhan di tingkat desa/kelurahan, penguatan ketahanan dan kesejahteraan keluarga, pemberdayaan perempuan, hingga pemenuhan hak serta perlindungan khusus anak.

Melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan tokoh masyarakat, kader desa, tenaga kesehatan, serta organisasi perangkat daerah terkait, Pemerintah Kabupaten Maros optimistis pesan pencegahan stunting dapat menjangkau hingga unit terkecil masyarakat, yakni keluarga.

Dengan sinergi yang terus diperkuat, Kabupaten Maros berharap mampu menekan angka stunting secara berkelanjutan sekaligus menyiapkan sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan kompetitif menuju Indonesia Emas 2045.(*anc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 720x90