MAROS — Warga Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, dibuat heboh dengan beredarnya pamflet kegiatan bertajuk “Nobar & Cacca’rita Film Dokumenter Pesta Babi” yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 17 Mei 2026, pukul 19.00 WITA.
Pamflet tersebut mencantumkan penyelenggara kegiatan, yakni Forum Komunikasi Pemuda Bontoa, dan menyebut lokasi acara berada di Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros.
Film dokumenter berjudul Pesta Babi diketahui mengangkat isu sosial dan lingkungan di Papua. Namun, penggunaan judul kegiatan yang mencantumkan kata “Pesta Babi” memicu polemik di tengah masyarakat Bontoa yang mayoritas beragama Islam.
Pemerintah Kecamatan dan Polsek Mengaku Belum Terima Pemberitahuan
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pemerintah Kecamatan Bontoa maupun kepolisian setempat disebut belum menerima surat pemberitahuan resmi terkait rencana pemutaran film tersebut.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan publik mengenai legalitas dan kesiapan penyelenggara dalam memenuhi prosedur administratif, khususnya untuk kegiatan yang berpotensi menimbulkan reaksi sosial.
Perjosi Maros Kecam Keras
Wakil Ketua Persatuan Jurnalis Online Indonesia Kabupaten Maros, Irwandi, mengecam keras rencana pemutaran film dokumenter tersebut.
Menurutnya, Kecamatan Bontoa merupakan wilayah yang masyarakatnya sangat menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan budaya lokal, sehingga penyelenggara harus lebih sensitif terhadap konteks sosial masyarakat setempat.
“Bontoa dikenal sebagai wilayah yang religius dan kental dengan adat istiadat. Kegiatan seperti ini seharusnya dikomunikasikan secara terbuka kepada pemerintah kecamatan dan aparat kepolisian agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat,” ujar Irwandi kepada awak media, Sabtu (16/5/2026).
Ia juga menyoroti belum adanya surat pemberitahuan kepada pihak berwenang.
“Jika benar belum ada penyampaian resmi kepada pemerintah dan kepolisian, tentu hal ini patut menjadi perhatian serius. Jangan sampai kegiatan yang digelar justru menimbulkan keresahan,” tegasnya.
Masyarakat Minta Penjelasan Terbuka
Beredarnya pamflet tersebut memicu beragam tanggapan di media sosial dan grup percakapan warga. Sejumlah tokoh masyarakat meminta panitia memberikan penjelasan terbuka mengenai tujuan kegiatan, isi film, dan status perizinannya.
Publik juga berharap pemerintah kecamatan dan aparat keamanan segera mengambil langkah koordinatif agar situasi tetap kondusif.
Menunggu Klarifikasi Penyelenggara
Sampai berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Forum Komunikasi Pemuda Bontoa terkait tujuan kegiatan maupun proses pemberitahuan kepada pemerintah dan aparat keamanan.
Masyarakat kini menanti klarifikasi dari panitia serta sikap resmi dari pihak kecamatan dan kepolisian mengenai pelaksanaan kegiatan tersebut.




