Panggung MTQ Maros Diguncang Polemik Anggaran dan Dugaan Pemotongan Bonus Peserta

Oplus_131072

Maros, Sulsel.Virantara.com— Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan 2026 di Kabupaten Maros kini menjadi sorotan publik. Ajang keagamaan yang seharusnya berlangsung penuh khidmat justru diwarnai polemik terkait dugaan ketidaktransparanan anggaran hingga persoalan bonus peserta yang disebut dipotong dua kali.

Sorotan terhadap pelaksanaan MTQ sebelumnya telah mencuat dari sejumlah aktivis yang mempertanyakan keterbukaan panitia terkait total anggaran kegiatan, sumber pendanaan, serta rincian realisasi penggunaan anggaran yang dinilai belum dijelaskan secara terbuka kepada masyarakat.

“Ini kegiatan besar yang menggunakan anggaran yang seharusnya dapat dipertanggungjawabkan secara transparan. Namun sampai sekarang publik belum mendapatkan penjelasan rinci terkait penggunaan anggaran tersebut,” ujar salah satu aktivis di Maros.

Polemik semakin berkembang setelah muncul pengakuan dari peserta terkait dugaan pemotongan bonus juara secara tidak wajar. Salah satu sumber menyebut bonus yang diterimanya telah otomatis dipotong sebesar 2,5 persen dengan alasan pajak. Namun setelah kegiatan selesai, peserta kembali diminta menyerahkan tambahan 2,5 persen.

“Waktu bonus masuk ke rekening sudah langsung terpotong 2,5 persen. Setelah kegiatan selesai kami kembali diminta transfer 2,5 persen ke rekening pribadi atas nama inisial MYJ di Bank BRI,” ungkap sumber kepada awak media.

Permintaan transfer tersebut disebut tidak menggunakan rekening resmi panitia maupun rekening lembaga. Informasi itu memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat, terlebih disebut hanya sebagian peserta yang mengalami pemotongan tambahan tersebut.

Tak hanya itu, sejumlah peserta juga mengeluhkan hadiah juara yang hingga kini disebut belum cair. Kondisi tersebut dinilai semakin memperkeruh polemik pelaksanaan MTQ tingkat provinsi di Maros.

“Hadiah belum cair, tapi bonus sudah dipotong pajak bahkan diminta lagi transfer ke rekening pribadi. Ini yang membuat peserta bertanya-tanya,” ujar salah satu peserta lainnya.

Menanggapi persoalan tersebut, Sekretaris Jenderal Zona Merah Sulawesi Selatan, Rizal, mendesak Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan segera turun tangan memeriksa seluruh panitia dan pihak-pihak yang diduga terlibat.

“Kalau memang semua transparan, buka saja seluruh anggaran, sumber dana, realisasi, termasuk mekanisme pemotongan bonus peserta. Jangan ada yang ditutupi,” tegas Rizal, Sabtu (09/05/2026).

Ia juga menilai dugaan permintaan transfer ke rekening pribadi merupakan persoalan serius yang wajib ditelusuri aparat penegak hukum.

“Jika APH tidak mampu mengusut persoalan ini, maka patut ada dugaan gratifikasi yang terjadi sesama oknum,” katanya.

Publik kini mendesak adanya audit menyeluruh terhadap pelaksanaan MTQ Provinsi Sulawesi Selatan 2026 di Maros, mulai dari pengelolaan anggaran, mekanisme pembayaran hadiah dan bonus, hingga dugaan aliran dana ke rekening pribadi.

Masyarakat berharap kegiatan religius sebesar MTQ tidak dicederai persoalan administrasi maupun dugaan penyimpangan yang dapat merusak kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan kegiatan keagamaan.(*) tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 720x90