Maros,Virantara.com— Dewan Pimpinan Cabang Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (DPC KSPSI) Kabupaten Maros kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Negeri Maros, Selasa (18/2/2026).
Aksi ini merupakan bentuk desakan agar segera dilakukan penetapan tersangka dalam kasus dugaan korupsi belanja jasa tenaga kerja (outsourcing) di lingkup Balai Kereta Api Sulawesi Selatan.
Pihak kejaksaan menerima Inspirasi peserta demo. Dalam pertemuan dengan pihak Kejaksaan Negeri Maros, Ketua KSPSI Kabupaten Maros, Ridwan, menegaskan bahwa pihaknya membutuhkan kepastian hukum atas penanganan perkara tersebut.
“Kami butuh kepastian. Kami hadir di sini bukan hanya satu kali, tetapi sudah berulang kali menyampaikan aspirasi yang sama. Bahkan sebelumnya, bapak Kajari langsung yang menerima kami,” ujar Ridwan
Ia menyampaikan bahwa KSPSI akan terus mengawal proses hukum hingga ada kejelasan terkait penetapan tersangka. Menurutnya, dengan adanya laporan hasil perhitungan kerugian negara, proses hukum seharusnya dapat segera ditingkatkan ke tahap penetapan tersangka.
Menanggapi hal itu, Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejaksaan Negeri Maros, Mario Vegas Perdamean Tanjung, menjelaskan bahwa penyidikan terus berjalan dan laporan hasil kerugian negara telah diterima.
“Memang saat ini sudah ada laporan hasil kerugiannya,” ujarnya.
Namun demikian, ia mengungkapkan masih ada saksi yang belum dapat memenuhi panggilan penyidik karena alasan kesehatan.
“Saat ini masih ada saksi yang dimintai keterangan, namun tidak dapat hadir lantaran masih sakit,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa pihaknya akan kembali melakukan pemanggilan terhadap saksi tersebut dan memastikan proses penyidikan tetap berlanjut.
“Insyaallah penetapan tersangka dalam waktu dekat sebelum lebaran,” janjinya.
Aksi dan Pertemuan dengan pihak kejaksaan berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan dan berjalan tertib. KSPSI menegaskan akan terus mengawal perkembangan perkara hingga adanya kepastian hukum.(*) jurnalis : Mr




