Delapan Kecamatan di Kabupaten Maros Terendam, BPBD Siagakan Posko Bencana

MAROS,VIRANTARA.COM— Banjir kembali melanda delapan kecamatan di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Selasa (24/2/2026). Genangan air dengan ketinggian antara 30 sentimeter hingga lebih dari satu meter merendam permukiman warga setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari terakhir.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maros mencatat kecamatan terdampak meliputi Camba, Tompobulu, Cenrana, Mallawa, Marusu, Maros Baru, Turikale, serta Lau di wilayah Mattiro Deceng dan sekitarnya. Mayoritas wilayah yang terdampak berada di bantaran Sungai Maros dan daerah aliran sungai (DAS) Walennae yang rawan meluap saat curah hujan tinggi.

Sekretaris BPBD Maros, Nasrul, mengatakan pihaknya telah mengaktifkan dan menyiapkan posko siaga bencana di sejumlah titik terdampak. Koordinasi juga terus dilakukan bersama pemerintah kecamatan dan kelurahan guna memastikan kesiapsiagaan warga.

“Untuk sementara ada delapan kecamatan terdampak akibat curah hujan yang cukup tinggi. Rata-rata ketinggian air antara 30 sentimeter hingga satu meter. Kami terus berkoordinasi untuk mendirikan dan mengaktifkan posko siaga,” ujarnya.

Wilayah terparah dilaporkan berada di Kecamatan Camba dan Kecamatan Marusu, khususnya Dusun Kampala. Warga setempat terpaksa beraktivitas di atas rumah panggung. Sejumlah akses jalan lingkungan tidak dapat dilalui kendaraan sehingga sebagian warga menggunakan perahu kecil untuk beribadah maupun memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Ketua RT Dusun Kampala, Daeng Sangkala, menyebut banjir kali ini merupakan yang keenam dalam dua bulan terakhir. Meski air sempat surut, debit kembali meningkat setelah hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.

“Sudah enam kali banjir dalam dua bulan ini. Kemarin sempat surut, sekarang naik lagi. Warga masih bertahan di rumah karena sebagian besar rumah panggung,” katanya.

Selain faktor curah hujan tinggi, sebelumnya juga terjadi pasang air laut yang menghambat aliran sungai di muara sehingga memperparah luapan air. Hingga saat ini belum ada laporan warga yang mengungsi, namun BPBD mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir susulan mengingat prakiraan hujan lebat masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 720x90