Alarm Keamanan Stadion Kembali, MenguatDenda Rp60 Juta untuk PSM

VN Makassar –Komite Disiplin Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia menjatuhkan sanksi denda Rp60 juta kepada PSM Makassar setelah insiden suporter memasuki area lapangan seusai pertandingan melawan Semen Padang FC pada lanjutan BRI Super League musim 2025/2026 di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare. Keputusan itu diumumkan sebagai bagian dari penegakan disiplin kompetisi dan penguatan standar keselamatan penonton.

Dalam salinan putusan yang dirilis Komite Disiplin, disebutkan bahwa aksi suporter terjadi ketika para pemain masih berada di area permainan. Situasi tersebut dinilai melanggar regulasi pertandingan dan berpotensi mengganggu keamanan serta kelancaran operasional laga, sehingga klub dikenai sanksi finansial.

Komite Disiplin menegaskan bahwa tindakan serupa tidak dapat ditoleransi. Dalam dokumen resminya, Komdis menyatakan, “Setiap tindakan yang mengganggu keamanan pertandingan akan dikenai sanksi sesuai kode disiplin yang berlaku.” Pernyataan itu menekankan pentingnya keselamatan pemain, ofisial, dan penonton sebagai prioritas utama.

Selain denda, Komdis juga memberi peringatan mengenai kemungkinan hukuman lanjutan apabila pelanggaran kembali terulang. Dalam putusan tersebut disebutkan bahwa “pengulangan pelanggaran dapat berujung pada sanksi yang lebih berat, termasuk pembatasan jumlah penonton atau denda tambahan.”

PSM Makassar masih memiliki hak untuk mengajukan banding atas keputusan tersebut sesuai mekanisme yang diatur dalam kode disiplin federasi. Prosedur ini memberi ruang bagi klub untuk menyampaikan keberatan atau klarifikasi tambahan terkait kronologi insiden di lapangan.

Insiden itu terjadi setelah laga berakhir tanpa kemenangan bagi PSM Makassar, yang memicu kekecewaan sebagian pendukung hingga turun ke area permainan. Catatan tersebut menambah daftar sanksi disiplin yang diterima klub sepanjang musim berjalan, khususnya yang berkaitan dengan perilaku suporter di stadion.

Kasus ini kembali menempatkan isu pengamanan pertandingan sebagai perhatian utama dalam kompetisi sepak bola nasional. Operator liga bersama klub-klub peserta didorong memperkuat koordinasi dengan aparat keamanan serta panitia pelaksana agar stadion tetap menjadi ruang publik yang aman bagi pemain dan penonton.

Bagi kota-kota penyelenggara liga, termasuk Parepare, sanksi terhadap PSM Makassar tersebut dipandang sebagai pengingat bahwa pengelolaan massa penonton merupakan bagian penting dari profesionalisme olahraga modern, sekaligus untuk menjaga kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan kompetisi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 720x90