Viranta.com-MAROS,30-9-2026 .Pemerintah Kabupaten Maros melalui Dinas Pertanian menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani untuk mendukung peningkatan produksi dan produktivitas pertanian.
Bupati Maros, H.A.S. Chaidir Syam, S.IP., M.H, mengungkapkan bahwa penyaluran alsintan ini merupakan bagian dari sinergi dan dukungan berkelanjutan Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Tujuannya tidak lain adalah untuk mengakselerasi produktivitas pertanian rakyat sekaligus memperkokoh pilar ketahanan pangan daerah di Kabupaten Maros.
“Bantuan ini adalah wujud nyata kehadiran pemerintah untuk para petani kita. Kami ingin memastikan sektor pertanian Maros tetap produktif dan berdaya saing,” ujar Bupati Maros.
Selain belasan unit alsintan tersebut, pemerintah daerah juga mencatat bahwa hampir 500 unit pompa pertanian telah disalurkan sebelumnya kepada berbagai kelompok tani di seluruh wilayah Maros. Langkah mitigasi ini dinilai sangat krusial guna menghadapi ancaman musim kemarau panjang maupun dampak iklim El Nino yang berpotensi mengganggu pasokan air irigasi
Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Maros dalam sambutanya, Jamaluddin, pada kegiatan penyerahan bantuan tersebut, terdapat 11 unit alsintan yang diberikan kepada calon penerima dari sejumlah wilayah di Kabupaten Maros.
Bantuan tersebut terdiri atas 7 unit combine harvester atau alat panen dan 4 unit crawler atau rotavator. Sebanyak 11 unit bantuan itu diperuntukkan bagi penerima yang tersebar di 6 kecamatan dan 10 desa.
Jamaluddin mengatakan, bantuan alsintan merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mendukung petani sekaligus meningkatkan efisiensi kegiatan pertanian di daerah.
“Bantuan ini dalam rangka mendukung peningkatan produksi dan produktivitas pertanian,” ujarnya dalam laporan tersebut.
Selain bantuan yang diserahkan pada kegiatan itu, sepanjang 2026 Dinas Pertanian Maros juga telah menyalurkan berbagai jenis alsintan kepada kelompok tani.
Rinciannya, 77 unit pompa air, 34 unit traktor roda dua (TR2), 26 unit traktor roda empat (TR4), 12 unit alat tanam atau transplanter, 16 unit crawler, dan 9 unit combine harvester. Jika ditotal, jumlah bantuan alsintan yang telah disalurkan pada 2026 mencapai 174 unit.
Pada tahun yang sama, Kabupaten Maros juga memperoleh alokasi program optimasi lahan (OPLA) seluas sekitar 3.290,6 hektare yang mencakup 124 kelompok penerima.
Jamaluddin juga menyampaikan bahwa Kabupaten Maros mendapat program pertanian modern atau smart agriculture system dengan cakupan lahan sekitar 3.585 hektare pada 2026.
Program dan bantuan tersebut, kata dia, diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan sekaligus membantu petani menghadapi tantangan perubahan kondisi iklim, termasuk kekeringan akibat fenomena El Niño.
Dalam dua tahun terakhir, pemerintah juga telah memberikan bantuan pompa air lebih dari 500 unit untuk mendukung pengairan lahan pertanian. Selain itu, terdapat sekitar 1.300 unit pompa air hasil konversi BBM ke gas yang disalurkan melalui jalur aspirasi.
“Kesemuanya itu tentunya diharapkan dapat memberikan dukungan dalam upaya meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian di wilayah Kabupaten Maros,” kata Jamaluddin.
Pemerintah berharap pemanfaatan bantuan alsintan, pompa air, serta berbagai program pertanian tersebut dapat membantu petani meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Maros.
Pemerintah daerah juga menegaskan bahwa penyaluran bantuan Alsintan tidak dipungut biaya. Pernyataan tersebut disampaikan untuk membantah adanya pungutan atau “mahar” dalam proses distribusi bantuan.
“Tidak ada istilah mahar. Semuanya gratis sesuai dengan ketentuan dan petunjuk teknis yang ada,” tegasnya.
Kasi Datun Kejari Maros, Mona Lasisca Sugiyanto, menjelaskan pihaknya mendampingi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Maros berdasarkan permohonan resmi. Salah satu fokus pendampingan adalah memastikan kelompok penerima sesuai dengan data dan keputusan Kementerian Pertanian.
“Jangan sampai kelompok menerima ini bukan kelompok yang terdaftar atau tidak sesuai dengan keputusan dari Kementerian Pertanian,” ujarnya.
Selain mengawal proses penyerahan, pendampingan juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap penggunaan Alsintan setelah bantuan diterima. Kelompok tani diwajibkan memelihara alat serta tidak mengomersialkan bantuan pemerintah tersebut.
Kelompok penerima juga diwajibkan menyampaikan laporan penggunaan Alsintan secara berkala. Hal itu dilakukan agar pemerintah dapat memastikan bantuan benar-benar dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan pertanian.
Sementara itu ketua TIM Investigasi REPRO Maros, Tim Perisai REPRO Maros yang hadir memantau Pembagian Alsintan Tersebut Mengapresiasi dinas Pertanian kabupaten Maros yang sudah menyalurkan bantuan Alsinta tersebut.
Iya juga berharap dengan Adanya Bantuan ini hasil panen Petani lebih baik, dan. Semoga Bantua Alsintan ini Bisa Dimanfaatkan Oleh semua Anggota kelompok Tani
Iya juga menegaskan Akan terus mengawal Bantun bantua yang akan turun ke masyarakat sesuai instruksi Presiden jangan sampai bantuan dari pusat di manfaatkan oleh oknum oknum tertentu, dan jika ada laporan masyrakat Terkait mahar Alsintan kami akan tindak lanjuti.
Berikut nama nama penerima Alsintan Traktor Roda Crowler Maksi Bimo Rota 100 ( 4 Unit )
1. Muh.Yahya kelompok tani Harapan baru Alepolea kec.Lau
2. Hasan Kelompok Tani Kambung kurusemange Tanralili
3. Ambo Dalle Makuring 1 Bonto Talallasa kec Simbang
4. Abdul Rahman Paiseng Darma bakti kec Tompobulu
Alsintan Combine Havester Besar,Maxi Bimo 102 (6 unit )
1. Ashar kelompok Tani Cinta tani Baju bodoa Maros baru
2. Alfian Manuruki kelompok tani Minasabaji kec Bantimurung
3. Ismail Katu Kelompok tani Mapideceng alatengae kec bantimurung
4. Andi Hidayat UPJA cipta Kreasi Alumni
Alepolea kecamatan Lau
5. Reskiato Kelompok Tani Babalo Sibatang kec BontoTallasa Simbang
Alsintan Combine Havester Besar, Ishoku Bholodw 102 (1 unit )
1.Haruna Kelompok Tani Haruna Soreang , kecamatan Lau
Alsintan Combine Havester Besar, Tanikaya Megatron HT 99 (1 unit )
1.Sunusi Kelompok Tani Maccini Ayo Macini Baji kecamatan Lau
Tim



