Virantara.com-MAROS — Proyek revitalisasi Lapangan Gollae kembali menuai sorotan. Hampir enam bulan dikerjakan, lapangan yang sebelumnya masih digunakan masyarakat untuk latihan sepak bola kini belum dapat dimanfaatkan.
Pantauan di lokasi menunjukkan permukaan lapangan masih berupa timbunan tanah merah bercampur batu. Sejumlah bagian terlihat tidak rata, dengan ketebalan timbunan disebut mencapai sekitar 30-50 Cm Kondisi tersebut membuat lapangan berdebu dan dinilai belum layak digunakan untuk aktivitas olahraga.
“Dulu waktu belum dikerjakan masih bisa dipakai. Sekarang sudah ditimbun tanah merah, banyakmi batunya. Ndak pernahmi dipakai latihan bola,” ujar seorang warga.
Sorotan juga mengarah pada anggaran proyek. Berdasarkan informasi data pengadaan, revitalisasi tersebut tercantum bersumber dari APBD 2026 dengan nilai sekitar Rp2 miliar melalui Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga. Namun, terdapat pula informasi mengenai bantuan keuangan Pemprov Sulsel sekitar Rp2,5 miliar untuk penanganan lapangan tersebut.
Ketua Tim Investigasi REPRO Maros, Hasmarianto, , menduga pekerjaan dilakukan tidak sesuai harapan dan meminta APH menindaklanjuti kondisi lapangan.
Minggu ini kami Akan menindak lanjuti untuk melaporkan Persoalan ini ke Kejati Sulsel
“Dulu masih dimanfaatkan masyarakat. Sekarang banyak batu, tidak rata dan berdebu,” katanya.
Proyek revitalisasi seharusnya membuat fasilitas semakin layak, bukan justru membuat lapangan yang sebelumnya bisa digunakan menjadi tidak dapat dimanfaatkan.
Harapan masyarakat klu bisa 1).bebatuan yg timbul cepat diantisipasi yg dapat membahayakan 2) tanah agar diratakan karna permukaan tdk rata,3)pipa pembuangan agar kiranya di cek ulang lagi karna sdh muncul dipermukaan,4)gorong gorong yg ditanam agar dibuka secepatnya tdk lama lagi akan memasuki musim hujan,
Tim



